fbpx
skill defence

Trik Bertahan Efektif Usai Patch Terbaru di FIFA 19

skill defence

“Attack wins you a games, defence wins you a titles” – Sir Alex Ferguson

Kutipan terkenal dari pelatih Legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Ia dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa, karena sukses membawa Manchester United dari tim — yang saat itu — biasa saja menjadi tim dengan gelar terbanyak di negara Britania. 38 trofi berhasil ditorehkan oleh sang manajer. Walaupun memang kalau melihat The Red Devils di era Sir Alex pasti langsung terbayang dengan sepak bola menyerang. Tapi sebenarnya, tidak jarang juga pelatih yang kerap disapa Fergie ini menggunakan taktik pragmatis — tidak terlalu cantik-cantik banget permainannya — tapi efektif & efisien. Sedikit menunggu agak kedalam, namun di saat yang tepat, langsung meluncurkan serangan balik cepat dengan mengandalkan sayap – sayap cepatnya.

Mungkin dapat diasumsikan kalau Fergie merupakan penggemar berat sepakbola menyerang, tapi ia sendiri pun tidak bisa memungkiri bahwa sebenarnya yang lebih fundamental dalam memenangkan kejuaraan adalah pertahanan yang solid. Pada akhirnya, muncullah kutipan di atas yang terucap langsung dari mulutnya Fergie sendiri.

Memang sebenarnya permainan sepak bola tidak sesederhana — yang bertahan lebih baik yang menang, vice versa — intinya banyak variabel yang menentukan suatu tim lebih layak untuk menang ketimbang tim lawannya, salah satunya pertahanan. DefenceVerteidigung, difesa, atau apapun itu kalian menyebutnya.

Langsung masuk ke pembahasannya, ga cuma bola, main FIFA juga kalau ingin lebih banyak menangnya, skill defence kalian perlu ditingkatin. Masih banyak yang memiliki mindset kalau main gim FIFA, “yang penting ngegolin aja. Kalau kejebolan, ya udah tinggal golin lagi.” Ya itu sebenarnya kurang bijak, tapi tidak apa-apa, kan cuma main gim.

Nah tapi kalau buat temen – temen yang ingin meningkatkan permainannya di FIFA, sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk meningkatkan skill defence kalian. Kalian bayangin aja deh, ini sebagai contoh awal saja ya. Misalnya kalian ajakin temen kalian — yang notabene — tidak bisa atau tidak jago main gimnya. Di gim pertama atau kedua pasti kalian kalahin mereka dengan skor yang telak. Tapi lama – lama juga pada akhirnya mereka akan bisa ngegolin ke gawang kalian lho! (ya walaupun kalian tetap menang untuk skor akhirnya)

Temen kalian aja yang tidak bisa main FIFA aja akhirnya bisa golin, gimana nanti kalau lawannya yang biasa main, atau yang jago, atau malah pemain profesional. Makin jago lawannya, marginnya akan semakin kecil. Kasarnya nih, semua orang bisa main menyerang, tapi tidak banyak yang bisa punya pertahanan yang kokoh selama 90 menit pertandingan.

Selanjutnya, kita masuk ke teknis di dalam gimnya. Setiap gim pasti ada update piranti lunaknya, entah itu tiap minggu atau tiap bulan. Tidak terkecuali gim FIFA 19, belum lama juga ada update besar karena ada perubahan teknis in-game, seperti cara bertahannya.

Ubah Defensive Style pada kolom tactics

Pertama, coba ubah defensive style pada tactics menjadi drop back. Dengan menggunakan drop back, tidak hanya bek kita menjadi lebih deep untuk menjaga pertahanan, tetapi pemain tengah kita pun kerap turun membantu ke belakang. Formasi yang player gunakan juga mempengaruhi.

Instruksi Pemain

Misal, jika biasa bermain lebih narrow, formasi yang menjadi favorit yaitu 4-1-2-1-2 (2), dengan 1 holding midfielder (CDM) dan 2 central midfielder (CM). Ketiga pemain tengah tersebut akan ikut turun ke belakang menjaga pertahanan. Biasanya, akibat yang ditimbulkan yaitu kurangnya personil untuk membantu lini penyerangan. Untuk mengakali masalah tersebut, bisa dengan memberikan instruksi kepada salah satu CM. Jika player ingin pemain CM membantu penyerangan, tinggal mengganti instruksi menjadi get forward.

Instruksi pemain ada banyak dan untuk tiap posisinya pun instruksinya akan berbeda. Kalian bisa coba – coba sendiri sesuai dengan keinginan dan playstyle masing – masing. Untuk contoh instruksi yang staple atau meta yaitu sebagai berikut:

(ST): get in behind

LW/LM & RW/RM: come back on defence

CAM: stay forward (preferensi untuk attack), come back on defence (preferensi untuk defence)

CM: stay back while attacking (preferensi untuk defence), get forward (preferensi untuk attack)

CDM: stay back while attacking, cut passing lanes

CB: stay back while attacking

RB & LB: stay back while attacking

Instruksi lainnya masih banyak yang dapat diganti, tetapi instruksi di atas merupakan yang paling meta dan sudah sering digunakan pemain profesional di kancah domestik maupun internasional.

In-game

Coba latih penggunaan AI defending — menggunakan tombol R1 untuk PS4, tombol RT untuk Xbox — tetapi jangan spamming tombolnya juga saat bertahan, nanti malah beknya out of position. Langsung ke intinya biar ga pusing juga dibacanya, coba posisikan kursor player ke pemain yang paling belakang, supaya bukan mereka yang menjadi AInya.

Misalnya, kalian punya bek Van Dijk, dan pemain tengah De Bruyne. Musuh sedang membawa bola menggunakan Messi, otomatis Messi akan berhadapan dengan De Bruyne dulu dong, baru setelah itu ketemu dengan Van Dijk. Nah saat Messi mendekati De Bruyne, pindah kursor player — pakai analog kanan — supaya pindah ke Van Dijk, setelah itu baru pencet tombol AI defending agar De Bruyne dikontrol dengan AI. Tingkat presisi AI saat mengejar ataupun membayangi pemain lawan lebih tinggi ketimbang presisi tangan pemain sendiri.

AI defending tidak sehari pasti langsung bisa, lancar, dan jago. Practice makes perfect, jadi semangat aja terus coba latihan. Tips tambahan, sebaiknya kalian latihan lawan teman kalian, ataupun main lawan orang lain secara online. Karena kalau latihannya lawan CPU, lama – lama pergerakan CPU akan kebaca dan jadinya ga berkembang deh permainan kita sendiri.

Keep practicing, until you can’t get it wrong.

TAGS:
  • FIFA 19
  • Ad

    Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *