fbpx
End of An Era Robin Van Persie

FUT Player Review: End of An Era Robin Van Persie

End of An Era Robin Van Persie

“We don’t need Batman, we’ve got Robin” – The Gooners

Kalimat tersebut sering digaungkan para penggemar klub Arsenal pada tahun 2012. Saat itu, Robin Van Persie atau yang kerap disebut RVP memiliki peran penting nan krusial di tim asal London itu. Pasalnya, di musim itu, ia memiliki kontribusi yang sangat luar biasa untuk Arsenal, dengan menceploskan 30 gol di liga selama musim 2011/2012, dan sekaligus menyabet gelar Premier League Golden Boot dengan performa gemilangnya. Ia juga dinobatkan sebagai PFA Players’ of the Year dan FWA Footballer of the Year. Walaupun dengan kegemilangan RVP, Arsenal hanya berhasil duduk di peringkat ke-3 di liga, karena inkonsistensi yang ditampilkan oleh skuat asuhan Arsène Wenger. Musim itu juga merupakan akhir pertualangannya bersama klub Arsenal selama 8 tahun.

Selanjutnya, ia pindah ke klub seteru abadi Arsenal, yaitu Manchester United. Penggemar setia Arsenal sangat kecewa dengan keputusannya saat itu. Walaupun begitu, kepindahannya tidak sia-sia, setidaknya untuk RVP sendiri, karena ia berhasil merengkuh gelar Premier League di musim pertamanya bersama The Red Devils, gelar juara yang sangat ia nanti-nanti selama di Arsenal. Ia juga kembali menjadi pencetak gol terbanyak dengan 26 gol, dan sekali lagi ia dihargai Premier League Golden Boot untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Ia hanya bertahan tiga musim di Manchester, sebelum pindah ke Turki, membela klub Fenerbahçe.

Sejak ia di Fenerbahçe dan Feyenoord (sekarang), RVP sudah tidak bermain di level tertingginya, wajar mengingat ia sudah mendekati masa-masa pensiun. Musim ini, merupakan akhir dari perjalanan sepak bolanya sebagai pemain, karena ia telah mengumumkan bahwa pertandingan Feyenoord melawan ADO Den Haag merupakan pertandingan terakhir yang akan ia mainkan sebagai pemain sepak bola profesional.

Mungkin, jika menghitung secara torehan gelar yang telah didapat, RVP tidak mempunyai banyak gelar seperti teman satu negaranya, Arjen Robben dan Wesley Sneijder. Namun, ia tetap dianggap sebagai striker kelas dunia dan namanya akan selalu diingat sebagai pemain sepak bola hebat di Negara Belanda maupun di seluruh dunia.

Masuk ke dunia virtual sepak bola, contohnya gim FIFA 19, melihat momen pensiun dari pemain sekelas RVP, gim tersebut memutuskan untuk memberikan penghargaan untuknya dengan membuat kartu spesial di mode gim FIFA Ultimate Team atau FUT. Kartu yang dimaksud adalah kartu End of an Era Robin Van Persie. Kartu ini biasa diberikan kepada pemain yang akan pensiun atau yang meninggalkan klubnya yang sudah dibelanya bertahun-tahun. Seperti contoh Petr Cech, Arjen Robben, ataupun Franck Ribery yang sudah mendapatkan kartu spesial ini terlebih dahulu, karena pengumuman pensiun dari mereka beberapa bulan lalu.

Konsep kartu ini adalah membuat statistik sesuai dengan masa primanya pemain tersebut, yang digunakan sebagai pengingat bahwa pemain ini pernah hebat di masanya. Kartu spesial ini hanya bisa didapatkan melalui SBC, tidak bisa dibeli di FUT Market. SBC-nya pun bermacam-macam, sesuai dengan pemainnya. Dalam kasus RVP, SBC-nya memiliki lima segmen challenges yang harus diselesaikan jika ingin mendapatkan kartu ini. Harga perkiraan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan SBC RVP sekitar 140.000-150.000 coins.

Info Umum

Memasuki ulasan pemain ini, RVP memiliki kombinasi 4-star skill moves dan 3-star weak foot, yang kurang ideal karena 3-star weak foot miliknya, membuat terbatasnya ruang untuk melakukan tendangan menggunakannya. Walaupun 3-star weak foot tidak jelek-jelek banget, tapi pasti akan sering melenceng tendangannya jika menggunakan kaki kanannya. Ia mempunyai tinggi 6’2″ yang berarti ia tinggi, dan sangat bagus karena membuat kemungkinannya menang dalam duel udara lebih tinggi.

Kombinasi workrate yang ia miliki menjadi liabilitasnya, karena medium attacking workrate membuatnya tidak selalu berada di depan, dan low defensive workrate juga membuat ia akan jarang membantu pertahanan. Ia akan cocok diberikan instruksi stay forward, supaya ia tetap berada di posisi penyerangan, karena tugas utama dia adalah menyerang dan mencetak gol. Tambahan, ia berasal dari Belanda dan sedang membela klub Feyenoord, yang membuat ia akan sedikit sulit untuk di-link, karena klubnya bukan termasuk dari lima liga top Eropa.

In-Game Stats

Pace [83]: Pace yang ia miliki tidak seimbang, terlalu tinggi di acceleration dengan 93, namun hanya memiliki 74 sprint speed. Kurang ideal untuk seorang penyerang, dan menurut kami, ini aspek statistik yang perlu ditingkatkan menggunakan chemistry style seperti hunter atau catalyst.

Shooting [96]: Statistik paling bagus yang RVP miliki, dengan hampir maksimumnya di semua statistik shooting yang ia punya, membuat semua tendangan akan ampuh jika menggunakan RVP, power shot, finesse shot, chip shot, driven shot, ataupun shot biasa. Statistik yang paling kecil adalah finishing yang berada di angka 93.

Passing [84]: Statistik ini sangat bagus mengingat jarang pemain yang berposisi penyerang memiliki statistik operan baik. Semua aspeknya sudah minimal di 80, yaitu long passing. Sebagai penyerang, statistik yang paling penting di sini adalah curve, dan curve yang ia punya senilai 92.

Dribbling [90]: Secara keseluruhan, dribbling dari RVP sudah bagus, namun ia bukan merupakan tipe yang agile seperti Lionel Messi ataupun Antoinne Griezmann. Keeping ball-nya sangat apik, bola tidak gampang terlepas. Aspek buruk yang ia miliki adalah balance-nya hanya 63, dan itu sangat rendah untuk seorang striker. Sedikit saja di-charge oleh pemain lawan yang lebih besar, keseimbangannya akan jatuh dan membuat bola bisa terlepas.

Defending [43]: Statistik ini tidak relevan karena ia bukan pemain bertahan. Aspek yang dapat dilihat hanya heading accuracy miliknya yang berada di angka 89. Hal tersebut sangat cukup untuk membuat sundulan RVP tidak meleset dari targetnya.

Physicality [88]: 70 untuk stamina tidak terlalu ideal, di menit ke-70, RVP akan mulai terlihat kecapekan. Jumping-nya juga kurang bagus dengan 67, namun karena ia memiliki postur yang tinggi, mengurangi keburukan statistik jumping miliknya. 99 untuk strength membuat ia akan sulit di-charge oleh pemain yang lebih kecil atau setidaknya setara posturnya. Namun, jika bertemu dengan pemain yang lebih besar, akan menjadi masalah juga karena mengingat balance yang ia memiliki sangat rendah.

Best Chemistry Style

Fokuskan untuk meningkatkan pace miliknya, karena sprint speed yang ia punya sangat kecil, padahal seorang pemain dengan posisinya sangat membutuhkan statistik tersebut. Jadi bisa menggunakan hunter, catalyst, ataupun shadow jika terpaksa.

Engine dan marksman bisa dijadikan alternatif lain jika cara main kalian tidak terlalu membutuhkan pemain yang kencang atau jika kalian memposisikan RVP sebagai pemain di belakang striker, yang notabene tidak terlalu diharuskan memiliki pace yang kencang.

Keseluruhan

  1. Instruksikan stay forward untuknya, mengingat ia memiliki medium attacking workrate, agar ia akan selalu pada posisi penyerangan.
  2. Dengan 3-star weak foot yang dimilikinya, seringkali membuat tendangan kaki kanannya tidak efektif, jadi sebisa mungkin memposisikan dirinya agar bisa melakukan tendangan dengan kaki kiri.
  3. 4-star skill moves cukup untuk melakukan skill moves imba di FIFA 19, meliputi heel to heel flick, la croqueta, berba spin, roulette, dan ball roll.
  4. Manfaatkan shooting miliknya, karena statistiknya sangat imba. Tendang spekulatif pun akan memiliki tingkat probabilitas yang tinggi untuk menjadi gol. Apalagi menggunakan time finishing.
  5. Dribbling-nya sangat bagus, tapi sebaiknya hindari terlalu lama membawa bola, apalagi jika musuhnya memiliki pemain-pemain yang berpostur besar. RVP akan kesulitan jika melawan pemain-pemain Sergej Milikovic-Savic, Ruud Gullit, Sergio Ramos, karena balance yang ia punya.
  6. Pusatkan peningkatan statistik pada pace miliknya, karena pace menjadi hal krusial jika menjadikannya striker. Gunakan chem style hunter, catalyst, ataupun shadow jika perlu.

Berikut ulasan mengenai End of An Era Robin Van Persie, jika tertarik, silahkan mencoba, SBC miliknya sisa tiga hari lagi untuk dilakukan, jadi secepatnya selesaikan tantangannya untuk mendapatkan kartu spesial ini. Namun, jika kalian mempunyai karakter permainan yang cepat dan gesit, mungkin RVP tidak akan terlalu cocok, apalagi sekarang sedang berlangsung promo TOTS, yang pastinya banyak penyerang bagus dengan harga sekitar 150.000 coins. Ulasan ini dibuat untuk membuat para FUTLovers bisa memiliki bayangan sedikit bagaimana RVP secara keseluruhan jika dimainkan.

Terima kasih, dan selamat mencoba!

TAGS:
  • eSports
  • FIFA 19
  • FIFA Ultimate Team
  • FUT Player Review
  • Gaming
  • Robin Van Persie
  • Ad

    Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *